Category Archives: My Experience

Random Thoughts III

*Udah mirip trilogi aja, udah sampe jilid III gini :D *

Emosiku terasa begitu labil belakangan. Bukan, bukan karena “tamu” rutin yang selalu datang tiap bulannya. Karena bukan masalah hormonal yang bisa ditolerir itulah makanya aku sibuk bertanya “what happened?”, dan tetap belajar untuk mengendalikan diri agar tidak menyesali perbuatan yang aku lakukan di luar kendaliku karena terbawa emosi sesaat.

Seperti biasa ketika aku sibuk berfikir untuk membenahi diri yang masih saja berantakan, pikiran-pikiran yang random itu akan bermunculan dengan liarnya, berlomba-lomba untuk mendapat perhatian. Ini beberapa di antara mereka:

  1. Anak bukanlah kain kanvas kosong yang bisa digambar bebas oleh orang tuanya, tapi mereka adalah bibit bunga yang tumbuh pada tanah. Indah atau tidak hasil bunga tersebut tergantung pada orang yang merawat, tanah tempat mengakar, iklim yang melingkupinya dsb.
  2. Ada alasan lain untuk seorang perempuan dan laki-laki pergi berdua selain 1) ada “rasa” 2) si pria gay ato si perempuan lesbi. Kali ini aku dengan lapang dada “menjilat ludah sendiri”, pertemanan tanpa embel-embel “rasa” itu ADA.
  3. Terkadang untuk mengatasi ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi atau hal yang belum pernah aku alami sebelumnya, aku menggunakan prinsip bungee jumping. Oke memang aku belum pernah mencoba permainan itu, tapi ada banyak hal yang pernah aku lewati yang rasanya mungkin lebih menakutkan, mendebarkan sekaligus menantang daripada sekedar bungee jumping. Intinya sih: “Ya udahlah loncat aja, aku ga akan pernah tau rasanya sebelum aku mengalaminya. Jika aku beruntung, aku akan mendapatkan kesenangan yang luar biasa dan tak terlupakan. Jika hasilnya kurang memuaskan, aku juga masih mendapatkan pengalaman berharga. Kadang hal-hal yang di luar rencana akan lebih memorable“. Hmm kalo dipikir, memuaskan ataupun tidak, kedua-duanya mendatangkan keuntungan buatku :) .
  4. Social media dan internet bisa mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Aku musti belajar lebih bijak juga dalam menggunakannya ^^.
  5. Aku dulu pernah berfikir kalo aku ga suka sama anak-anak, karena mereka berisik dan merepotkan :D . Hal ini pernah menimbulkan keparnoan: gimana bisa jadi ibu yang baik kalo sama anak-anak aja aku ga bisa “akur” >.< . Tapi memang benar istilah “tak kenal maka tak sayang”. From kids, we can learn many things :) .
  6. Segelas cappucino di 7/11, seorang tong sampah teman yang bersedia mendengarkan keluh kesah dan berdiskusi, adalah obat mujarab untuk penyakit “dada sesak” :D .
  7. Rasa peduli itu perlu ditumbuhkan dan dibiasakan. Terkadang memang keberadaannya dikalahkan oleh kata “males ah”.
  8. Berbagi tidak harus dengan materi. Jika kita merasa tidak memiliki sesuatu untuk dibagi, luangkanlah waktu :) . Keberadaan kita bisa menjadi sesuatu yang tak ternilai harganya bagi orang lain.
  9. No matter what they say about you, if you believe you’re walking on the right track, keep moving on.
  10. Jalan yang baik menurut Allah, memang benar-benar baik. Jika memang berbeda dengan keinginan kita, ikhlaslah. Dengan begitu kita baru bisa melihat countless kebaikan di balik rencana Allah itu. Namun jika kita tetap fokus pada hal-hal yang tidak bisa kita miliki setelah kita berusaha keras untuk mendapatkannya, maka selama itu juga kita akan menyiksa diri sendiri.
  11. Mengungkit masa lalu bisa menjadi kesalahan fatal meskipun si pelaku tidak menyadarinya. Cukup untuk diketahui bahwa pihak yang “berdarah-darah” untuk sekedar memperjuangkan sebuah kata: “move on” itu ADA.
  12. Aku khawatir, seandainya nanti penempatan kerjaku dan Jo di luar Jakarta, siapa yang akan membantu Mbak Dwi untuk menjaga anak-anak Taman Ilmu ketika Ozka ga bisa datang?

Demikian random thoughts season III dari aku ^^.

Kembali Ke (Jaman) Sekolah ^^

Minggu kemarin merupakan minggu pertama aku berada di classroom untuk menerima berbagai macam materi. Selama ini aku masih dikarantina di Hotel Patra Jakarta, jadinya kalo ada kelas cukup turun ke lantai dasar (kamarku di lantai 4), trus jalan dikit dan naik tangga 1 tingkat :D , la kelasnya di ruang meetingnya hotel.

View dari kamar di siang hari

Walo begitu, tetep dandan ala anak sekolah yang pake atasan putih, dasi, celana biru gelap, dan tidak lupa membawa tas yang dikasih dari PLC :D (yang segede gaban).

Hidup sekarang musti pinter-pinter memanfaatkan waktu untuk istirahat. Kalo tidak ingin begadang di malam menjelang hari H ujian mingguan, musti nyicil belajar tiap malem dan melawan ngantuk yang udah ditahan seharian. Tugas tunggal di sini adalah belajar, cucian udah diurus hotel, makan sehari 3x, dan ada coffee break tiap jam 10 dan jam 15.30. Ga perlu mikirin kamar juga, apalagi kalo pagi-pagi buru-buru dan ga sempet beresin, karena bakal ada yang beresin hehe.  Continue reading

See You on The Next 10 Days

Yap, aku tidak akan eksis di dunia maya selama beberapa hari ke depan karena harus mengikuti acara outbound di Cibodas. Excited tapi takut juga, karena akan menguras fisik padahal sampe sekarang badan masih pegal sekali setelah pindahan kemaren -__-;.

Hari ini setelah penandatanganan kontrak untuk pendidikan, juga di-briefing untuk acara outbound besok sampai tanggal 10 Desember mendatang dan dibagikan tas sekolah navy backpack. Ini garis besar acara outbound-nya:

Hari 1: Latihan fisik dan pelatihan baris berbaris

Hari 2: Latihan fisik dan management team. Ada games yang bakal menentukan ransum yang bakal diperoleh untuk 3 hari ke depan -__-, la kalo kalah gimana >.<

Hari 3: Lintas medan, bakal masak menggunakan ransum yang dimenangkan sebelumnya, obstacle (halang rintang) dan solo camp semoga mahluk dengan opacity rendah tak menunjukkan batang idungnya (eh emang mreka punya?)

Hari 4: Lintas medan, katanya sih jalan seharian dan tidur di tempat di manapun sampainya.

Hari 5: Balik ke basecamp, high rope, jalan di atas tali, flying fox dkk. Can’t wait to play flying fox.

Hari 6: Permainan air, racing dengan kano, flip flop (suruh mbalik perahu karet katanya).

Hari 7: City adventure. Kata instrukturnya si bakal di drop di SPBU selama 24 jam, menginap dan melakukan survey: berapa banyak mobil yang datang dan jenisnya, jam pengisian BBM paling tinggi, rata-rata jumlah mengisi bensin, berapa banyak yang menggunakan PERTAMAX, dsb. Di hari tsb bakal dikasih uang bekal (karena dompet dan hp kami bakal disita) untuk makan seharian sekaligus angkutan untuk pulang ke basecamp (siap-siap buat nyuci mobil ato ngamen deh buat uang tambahan..).

Hari 8: Kerja bakti di SPBU. Aku mbayanginnya kok bakal nyabutin rumput, bersih-bersih, dsb. Pengennya kan ikutan bilang : “Dimulai dari NOL ya Pak” :lol:

Hari 9: Balik ke basecamp, api unggun dan penutupan.

Semua barang yang mau dibawa harus cukup di satu tas backpack yang dibagikan tadi. Hosh hosh, itung-itung hiburan gratisan deh, kalo mau maenan beginian yang paketan pasti mahal banget *menghibur diri*. Doakan akuuuu :D .

Miss you all, and see you on the next 10 days. Yang kangen sama aku, ditahan sampe tanggal 10 ya *ditimpuk rame2*. Aku mau packing dulu, karena dimutasi ke Hotel Patra setelah pulang dari outbound. Padahal kemarin sebagian udah di unpacking dan udah pewe *meraung-raung*.

 

Small Things for A Better Living

Belakangan aku memperhatikan kalau semakin hari rasa kepedulian kita terhadap sesama semakin berkurang. Entah ini hanya dari aku saja yang berubah, atau mungkin memang demikian adanya. Hal ini bisa juga dipengaruhi oleh faktor geografis di mana kita tinggal, apakah di kota besar atau di pedesaan dan kota kecil.

Sebagai contohnya aku akan membandingkan Jakarta dan Jogjakarta. Sebagai pelanggan tetap TransJakarta, baik yang berwarna abu-abu maupun orange, aku sering memperhatikan perilaku baik dari penumpang maupun dari pihak TransJakarta. Aku terkagum-kagum sekali ketika menggunakan TransJogja, perbedaannya 180 derajat.

Di TransJakarta, orang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan bangku, jarang saling melemparkan senyuman apalagi berinteraksi, yang ada malah memasang tampang garang dan muka ditekuk jika orang lain tidak sengaja menyenggol atau melukai badannya (yang sebenarnya hal ini tidak dapat dielakkan mengingat TransJakarta seringkali padat dan direm mendadak). Petugasnya pun kadang emosi karena penumpangnya kurang tertib, dan aku pernah melihat sendiri si petugas sampai membentak penumpang karena tidak mau menggeser posisi berdirinya. Intinya: TransJakarta kurang ramah.

Sementara TransJogja, setiap akan berhenti di shelter maka petugas akan memberitahukan kepada penumpang dengan kalimat yang dihafal di luar kepala dengan ramah dan lengkap. Kurang lebihnya seperti ini:

Pemberhentian selanjutnya adalah Halte Malioboro 1. Perhatikan barang bawaan Anda, berhati-hatilah melangkah dan kami ucapkan terima kasih.

Kalimat di atas akan semakin panjang jika keadaan bus sedang sesak, karena petugas akan mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaannya dan berjaga dari pencopet. Para petugas juga dengan ramah akan menjelaskan rute yang ditanyakan penumpang untuk menuju ke suatu tempat.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kota di mana kita tinggal, tapi pembawaan masing-masing individu yang akan menentukan warna dan suasana dari kota tersebut.

Aku pernah memposting hal sejenis di sini, dan beberapa hari lalu aku teringat pernah membaca (kalau tidak salah) tulisan seorang teman yang ingin melakukan 10 kebaikan kecil setiap harinya *sorry, I’m not good in remembering something*. Great idea indeed ^^. Aku pernah membaca juga, jika kita memiliki niat baik, Allah akan mencatatnya walaupun kita belum merealisasikannya. Wonderful!

Tidak ada sedikitpun niat untuk menggurui di sini, karena aku tau kecepatan mulutku lebih cepat daripada otakku sehingga aku sadar aku banyak melukai perasaan orang lain *jedotin kepala*. Dan siapapun yang membaca postingan ini, yang pernah aku sakiti baik sengaja maupun tidak, aku minta maaf dengan tulus :) *mohon dimaafkan segala kebodohan dan kekhilafanku*.

Hal-hal kecil yang bisa dilakukan for a better living, yang terlihat sepele namun bisa memberikan dampak yang luar biasa adalah:

  1. Tersenyum, mengucapkan: salam, maaf, terima kasih, dan tolong. Aku tau mukaku memang ada garis galaknya, tapi kalau sudah kenal, aku cukup ramah kok ^^.

    damncoolpics.blogspot.com

  2. Mari biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan hanya sekedar melemparkan keirian atas kebersihan negara lain, mari awali dari diri sendiri ^^. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak?
  3. Jika sedang not in a good mood, katakan saja kepada orang di sekitar dengan baik-baik untuk menghindari keluarnya kata-kata yang akan disesali kemudian :) *pengalaman pribadi*.
  4. Minimalisir mengomentari urusan orang lain, apalagi yang menyangkut hal-hal yang sensitif: misal berat badan, status, dan lainnya. Bukankah kita masih banyak urusan yang perlu diselesaikan daripada sekedar menghabiskan waktu untuk mengurusi urusan orang lain? Jika sekiranya hendak melontarkan kalimat yang menyakiti orang lain, tutup mulut dengan telapak tangan, tahan sebentar dan jika sudah “tertelan” lagi baru lepaskan ^^.
  5. Meminimalisir menggunjingkan orang. Konon kabarnya hal-hal seperti ini yang banyak menjerumuskan para wanita ke neraka >_<.
  6. Berbagi dengan sekitar walaupun itu hanya sedikit, misalnya: makanan, uang. Sedekah tak akan membuat kita miskin :) .
  7. Belajar berhemat *ini susah sekali*, membedakan antara lapar mata, keperluan dan keinginan. Sifat hemat ini ga bisa muncul secara instan, tapi harus dibiasakan. 
  8. Menghormati orang lain. Secara teori sih seperti membalikkan telapak tangan, tapi jika kita lihat lagi rasanya ini menjadi hal yang mulai dilupakan urgensinya.
  9. Meluangkan waktu untuk membantu orang lain. Ga perlu jauh-jauh, misalnya ada yang butuh “tong sampah” dan orang untuk mendengarkan, luangkan lah waktu sejenak karena it means a lot for them ^^.
  10. Belajar berlapang dada jika mendapatkan kritik *susaaaah ini >_<*.
  11. Membaca doa setiap akan melakukan kegiatan (yang baik) dan mengucap syukur (alhamdulillah) ketika mendapatkan rezeki meskipun sedikit. Hal ini berguna untuk mengingatkan kita akan banyaknya nikmat yang diberikan Allah dan jarang kita syukuri.
  12. Memanfaatkan waktu luang untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, misal melakukan hobi, istirahat, membaca.
  13. Menjalin hubungan baik dengan tetangga, karena merekalah yang akan menolong kita jika kita mendapat kesulitan dan jauh dari keluarga.

Dan masih banyak lagi. Karena ada hal kecil, maka hal besar itu nyata.

CMIIW.

A better world is possible. And we’ll make it, because we care :) .

Resignation

I’m not talking about my job, I want to talk about my experience.

I thought back about my journey in the pass. I believe that everyone has their own tough time, the hard part to deal with. I’m a person who good in giving encouragement for myself, but I also had several hard times when I felt tired about something. When I did much to make things right but everything seemed wrong, when I walked so far and my skin burned by the sun but I felt further away from my direction and met a stalemate, they just led me to  emptiness, despair.

The best thing that I’ve ever done was surrender. God is the best place to ask, to go back, to rely on, everything.

Many times I asked to myself, since I’m not a devout and religious person, the one who cross line often, will God listen to my prayer? Will Him help me and give me way out?

And I realized, I did something wrong.

God is like what we think about Him..

So when I meet tough time, I’ll come to Him and make an honest confession,

God, I know I’m not a devout one. I’m not the one who always think about You. I’m the one who often broke Your rules. But I don’t have better place than You. Here I’m, asking for help, Your affection. I just want to say something, I’m surrendering. Please forgive me for every bad thing I’ve done. There’s nothing I can do here to make things better than surrender to You.

Soon after that I’ll feel better, my burden is reduced.

Sometimes confession about my limitations as a human being, when the reality does not go as planned even though I’ve tried so hard to keep it on the line, gives me the best solution: surrender, resignation.

Jakarta and The Things I Hate About

Things that amaze me when I visited Phuket and could be never happen here were:

  1. People around there used horn rarely. It made the city so peaceful.
  2. They completely applied “queue” term. When I had to use toilet, people who came first stood in a line and not in front of each door in the toilet. If a door opened, then the first person in queue would get her turn.

I can say that people here use horn excessively. Why you don’t try to be patient just for a bit? It drives me crazy and mad every time I hear people pressing their horn repeatedly. It makes me want to hit them with baseball stick >_<.

Hey, smokers, this city isn’t yours! How could you throw your cigarette ash out of your window innocently? Do you ever think about sin that you’ve made for being a selfish person and harm others?

And the last one is thing that happen most of the time when I am in Jakarta. I keep asking myself, why it’s hard to trust people there? and I feel bad about this, honestly. I know it’s not nice, but I can’t restrain my head for thinking something bad could happen if I don’t keep my eyes open (except if I’m in a bus, I sleep often).

Random Thoughts II

I want to write down things that make my brain space is almost full *crossing fingers*, not really full indeed I just want to write something here ^^. Well, when I think about a thing, most of the times I want to post it here because someday I can read it again. But I usually postpone it because of some reasons, and then I’ll lose it.

  1. Last night, I read this blog at a glance from its first post. Undoubted, it evoked memories from their peaceful grave. I realize I’ve passed many hard times, but I don’t see any purpose for holding the past but learning and taking its goodness to brighten my way ahead.
  2. “Time will heal” is not a gibberish. The first thing I have to do when healing is reconciles my brain with my heart. I’ll be in suffer if I can’t make peace between both of them, because many times they’ve found walk in an opposite directions. How could my feet walk properly if they’re heading to different path?
  3. I love myself. No matter what people say, they just able to show us about the flaws, we need to feel comfortable with it. Take good advices from them, but do not ever let anything bad traps you in a big pit of suffering. When they say you look fat, have dark skin, pimpled, say thanks because they pay attention to you ;) . We’re not born to meet the satisfaction of others. If we don’t love and cheer ourselves, who else?
  4. Do something good and be your self. If you think you’re not smart, why you don’t start opening book and learning? If you think you’re not attractive, why you don’t try to smile and live your bright side? Sometimes whenever you don’t know, some people out there adore you and you’ve inspired them ^^. Hard to believe, eh? I don’t think so :p
  5. Don’t afraid to fail. If you hold your fear, you’ll never see the beauty of life and have rapturous stories for your children. Color of this world depends on the color you choose.
  6. If you in sorrow and want to cry, and the most fun thing couldn’t be the cure, let it out till your heart feels lighter. God has been being so great, He created tears for reasons. So, nothing wrong if we use it occasionally ;) .
  7. If we keep doing not commendable things, it’s not a bad idea if we start remembering that we have an eternal life after this stopover.
  8. When I go back from office to my boarding house in Saturday night, I wonder why some girls doesn’t mind if their boyfriend ask them to talk at the edge of football field. If we don’t respect our self, then others would not.
  9. Sometimes we need to be spontaneous. The silliest thing that I ever did is the most memorable. You wont know the present, until you open the box ^^.

C’est la vie. Live your life with a big heart ^^.

Pictures taken from here.

[Sekilas Mengenai] Tes Pertamina

Tulisan ini aku buat tanpa ada maksud apapun selain membagikan sedikit informasi kepada yang memerlukan. So, don’t get me wrong ^^.

Beberapa waktu lalu, aku mulai mengikuti rangkaian tes yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero). Seperti berita yang telah beredar, untuk bisa bergabung dalam suatu BUMN maka kita harus melewati cukup banyak tahapan tes. Program yang dibuka oleh Pertamina disebut dengan BPS (Bimbingan Profesi Sarjana), dan info mengenai BPS bisa diperoleh di situs resmi PT Pertamina (Persero). Selanjutnya, BUMN ini akan aku singkat dengan PTPP, males ngetik panjang-panjang :D .

Berikut merupakan tahapan yang pernah aku jalani, dan informasi ini bersifat subjektif karena berdasar hanya pada pengalamanku semata:

  1. Mengirimkan berkas secara online pada situs resmi PTPP. Di sana harus mengisi beberapa form dan mengupload beberapa files seperti transkrip dan ijazah.
  2. Mengisi soal online. Setelah tahap pertama selesai, maka akan ada soal dalam bahasa inggris yang muncul dan harus dijawab. Anggap saja ini tes pertama :D .
  3. Setelah beberapa waktu, mungkin setelah lolos tes online, maka akan ada undangan melalui email dan sms (seharusnya) untuk mengikuti tes TOEFL di kantor PTPP. Beruntung bagi yang mendapatkan jadwal tes agak siang, aku kemarin harus berangkat subuh biar ga kena macet >.<.
    Tips: jangan lupa untuk membaw KTP dan dokumen yang diminta, persiapkan dari hari sebelumnya (jangan meniru aku yang baru ngeprint jam 5 pagi pada hari H modal nebeng pula karena baru tau kalo dokumennya mesti diisi dengan diketik :D ). Buanglah air kecil dan air besar sebelum tes, karena peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat sebelum tes selesai.
  4. Pengumuman tes TOEFL dipasang pada hari itu juga. Aku menunggu kurang lebih 3 jam untuk melihat pengumumannya. Jika lolos tes TOEFL maka akan dilanjutkan dengan tes psikometri pada hari berikutnya. Tes TOEFL dan Psikometri ini kemarin berurutan hari pelaksanaannya.
  5. Pada tes psikometri, aku diberi 40 soal yang harus dijawab dalam 15 menit T_T. Konsentrasi, karena butuh pemahaman dalam membaca soalnya. Setelah soal pertama, akan ada soal kedua yang berjumlah 25 soal dan diberi waktu 25 menit. Soal ketiga berjumlah 200 soal, hmm bukan soal si kalo ini cuma pertanyaan aja kok. Hasil tes psikometri akan diumumkan pada hari yang sama setelah menunggu kurang lebih 2 jam :D .
    Tips: udahlah, konsen aja ke soalnya dan kerjakan :D
  6. Selanjutnya akan ada email undangan untuk interview user dan HRD.
    Tips: datanglah lebih pagi untuk mempersiapkan diri dan mengurangi rasa nervous yang sering muncul, jawablah pertanyaan mereka dengan jujur and be your self, isi CV dengan jujur juga, inhale deeply and don’t even exhale it to reduce nervous feeling ^^v.
  7. Tunggulah email undangan medical check up dengan sabar, jika memang lulus tes sebelumnya :D . Medchecknya termasuk cukup ribet, aku dateng mulai jam 7.20 pagi dan baru selesai jam 17.00 >.<. Mulai dari tes urine, darah, feses, rontgen, USG, gigi, kadar gula, mata, fisik, detak jantung, diafragma (aku gtau apa namanya), ambeien, pendengaran, dan kebugaran. Untuk kebugaran, cukup dengan lari keliling lapangan banteng sebanyak 4 putaran :D .
  8. Tes terakhir konon kabarnya adalah interview direksi. Dan saya belum ada info soal ini :D .

Kalau mau baca yang lebih detail, silakan aja ke sini.

Good luck. Jangan lupa untuk berdoa dan minta doa dari orang tua kalo memang pengen bergabung dengan PTPP ^^.

Update:

Undangan untuk Interview dengan Top Management datang sekitar 7 minggu dari Medcheck. Kecepatan berlari bukanlah harga mati dalam menentukan apakah peserta lolos atau tidak untuk Tes Medcheck nya, jadi berusaha saja sebaik mungkin :) .

Tips untuk interview top management: be your self, ga perlu berfikir untuk memberikan impresi yang berlebihan dengan berusaha untuk menjadi orang lain agar bisa ditrima di sana. Karena hal ini nantinya akan menyusahkan diri sendiri, ketika penempatan di lapangan tidak sesuai dengan kapabilitas kita. Jadi jujur saja ;) .

Diterima atau tidaknya, selain urusan Tuhan (karena ini termasuk ke dalam takdir, setelah kita berusaha semaksimal mungkin) menurutku juga apakah skill dan kriteria yang kita punya match dengan yang dibutuhkan. Jika tidak keterima, jangan berkecil hati ^^.

Make The Waiting Time More Fun

Hi everybody, howdy? It took long time from my previous post to write again here, umm about one month I guess. So terrible indeed, because I do miss the time when I can write something here especially if it can give some useful information for you.

For the first, before I go forward, I’d like to say:

Happy Eid Mubarak, Bonne fete d’Idul Al-Fitr 1431H

And I’d like to ask forgiveness for every mistake that I’ve done, I hope we can meet ramadhan again.

After having experiences with delay and waiting time, I have some points that can be way to kill time while waiting. Here we go ^^:

  1. Make sure you’re in health condition, because if you’re sick you can feel more sick while waiting :D .
  2. Bring water and foods if you have to, because unpredictable waiting time can make you hungry . Sometimes in an occasion,it will be difficult to find food or canteen around you.
  3. Bring things that you love. From my experiences, I’ll make sure to bring 3 things with me before I left home: phone, book and mp3 player.
  4. With my phone, I can communicate with my friends and fams through sms, palringo, twitter or facebook from opera mini that installed on it. I also can read news, watch movies (even though it can’t display subtitles >.<) and listen to music ^^. If you’re using phone with windows mobile, you can play divx files on it by installing Core Player (it’s cool *wink* ).
  5. Most of the time, I bring novel with me to be a companion. Novel that I brought when I had to be patient with 2 hours delay from Sriwijaya Airline on previous Tuesday was Eat Pray Love.
  6. Songs will make my day brighter, so I’ll regret if I forget to bring my mp3 with me.
  7. You can bring your laptop (if it possible), and do many things with it.
  8. Sleep :D . It’s good idea, right?

Lovely things

Be creative while waiting ^^.

When I Had Thypoid

Tiga minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 16 Juli 2010, adalah pertama kalinya aku merasakan pengalaman harus “menginap” di RS. Sebenarnya ini adalah pilihan terbaik yang aku punya, mengingat hari itu adalah hari kelima aku demam dan ga sembuh-sembuh.

Diawali dengan weekend sebelumnya, aku liburan ke Malang bersama Elly. Perjalanan ke Malang memang cukup melelahkan, karena kami memutuskan untuk naik KA dari Bandung. Naik KA memerlukan kreatifitas dan stamina yang baik, karena kita harus pinter-pinter mengatur posisi duduk dengan berbagai macam gaya untuk meminimalisir rasa pegal pada punggung dan bokong.

Pulang dari Malang hari Minggu, dan harus ke Surabaya dulu karena beli tiket pesawat Surabaya-Jakarta. Badan memang sudah terasa cukup lelah, apalagi musti menggendong tas ransel yang rasanya sudah beranak di dalam. Waktu berangkat, tas ransel tidak seberat waktu pulang *sigh*. Pulang ke Jakarta sendirian, karena my partner in crime pulang hari Senin. Walaupun cape, aku begitu menikmati perjalanan sendirian seperti ini.

Singkat cerita, dengan kondisi badan yang kurang fit aku mengkonsumsi makanan yang kurang higienis untuk saur. Mulai dari Senin pagi merasakan badan agak demam dan tenggorokan sakit. Hari Selasa aku ga masuk kerja dan pergi ke RS yang letaknya selemparan batu dari kosan. Tadinya aku pikir memang butuh istirahat aja, tapi habis minum obat tetep ga baikan. Dokternya bilang kalo memang masih demam, keesokan harinya aku harus periksa darah.

Karena kurang percaya dengan performa dokter yang ada di RS tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke RS yang ada di Lippo Cikarang, yang konon kabarnya lebih bagus daripada RS yang aku kunjungi sebelumnya. Dokternya bilang kalo aku cuma kena radang tenggorokan, walo waktu itu buat jalan saja kondisiku mulai “kurang normal” karena badan agak panas dan kepala agak pusing.

Entah di malam yang keberapa, aku merasakan kondisi badanku makin aneh. Kipas angin yang ada di kamar udah aku matikan, udah memakai selimut tebel, sebenarnya di kamar juga nggak dingin tapi badanku menggigil. Malam itu usahaku untuk tidur pun gagal total, karena ga berapa lama aku muntah-muntah. Honestly, I was so terrible.

Walaupun demikian, pada hari kamis aku berusaha untuk tetap masuk ke kantor karena udah 2 hari ga masuk kerja. Begitu juga dengan hari jum’at. Di jum’at itu, aku udah merasa benar-benar perlu untuk melakukan tes darah karena setelah mengkonsumsi obat dari dokter tidak juga ada kemajuan. Malah sebaliknya, badanku makin sakit.

Finally, hari jum’at ijin pulang jam 10 pagi. Karena di sini jauh dari keluarga dan sebisanya I’ve to take care of myself dan miminimalisir diri untuk merepotkan orang lain, maka aku ke RS dengan naik ojek. Lagian letak RS nya dekat dari kantor.

Dengan keadaan demam rada tinggi, pusing, tenggorokan perih bahkan untuk sekedar minum air putih dan beberapa keluhan lainnya, aku sesampainya di RS langsung ke tempat pendaftaran untuk menyerahkan kartu rawat jalan dari kantor sebelum menuju ke UGD. Di UGD curhat sama dokternya dan diambil sample darah. Aku harus menunggu 1 jam untuk mengetahui hasil labnya, jadinya sambil nunggu aku tiduran di UGD. Eh dikasih teh manis hangat loh walaupun ga diminta *seneng karena uda haus hihi*.

Dalam hati udah pasrah aja kalau memang musti di rawat inap. Karena kalau di RS pasti aku lebih terurus, baik dalam hal makanan maupun obat-obatan. Setelah hasil lab datang, dokternya memang menyarankan rawat inap dan katanya aku diperkirakan kena thypoid alias tipes ringan.

Tanpa bekal apapun, ngamarlah aku di RS Mitra Keluarga Cikarang yang masih baru dengan berpakaian atasan batik dan bercelana kantor >.<. Dengan badan lemah lunglai tak berdaya *halaaah*, aku di antar susternya ke kamar. Kamarnya berisi 3 buah ranjang, tapi saat itu cuma aku sendirian penghuni kamar tsb.

Awalnya serem juga di kamar sendirian, RS nya sepi karena masih baru, di tambah film-film horor Indonesia yang belakangan senang sekali menceritakan soal beberapa konfigurasi dari sosok suster. Tapi karena kamarnya bersih, terang, ada tv nya, susternya sering banget datang ke kamar, aku jadi ga pernah merasa serem.

Selama dirawat temen-temen dan bos gantian menjenguk, thanks to you all guys and gals for all the things that you did for me, Mbak Fai tiap hari datang dan membawakan segala macem barang yang aku request *big hug for her*, dan ibu penjaga kosan juga membawa pulang baju-baju kotorku. They were so helpful and made me happy ^^.

Tadinya aku berfikir mungkin cuma 3 hari aja ngamar di RSnya. So, I just told my mom that I was sick without information about stay in hospital karena ibuku orangnya super panikan dan khawatiran. Selama aku bisa menghandle semua urusanku sendiri, I’ll do it by myself. I don’t want to be a burden for others.

Hari kedua di RS keadaanku semakin memburuk. I still remember how painful it was; I couldn’t swallow, everytime I drank water I’ll cry, muka merah dan membengkak, dan demam semakin tinggi mulai dari sore hari sampai malam mencapai 39,5 derajat. Posisi tidur udah aku ubah berkali-kali untuk meminimalisir rasa sakitnya, but it didn’t work. So at 10.30 PM I decided to send a message to my oldest sister and told her about my condition.

Saat itu sekitar hampir jam 11 malam, aku kehabisan air minum. Without any companion beside me, dan aku merasa sungkan untuk memanggil susternya karena udah bolak-balik aku panggil, maka aku jalan ke ujung lorong tempat para suster jaga berada dengan tangan kiri membawa botol minum dan tangan kanan menuntun tiang infus. Dan saat itu aku baru berfikir, it’d be so helpful and nice if my family were here. Sakitnya ga kunjung reda dan aku ga bisa tidur. Sampai akhirnya I said to God “Ya Rabb, aku ikhlas” and I felt better.

Akhirnya mbakku sampai di Cikarang pada hari selasa, karena pada seninnya dia harus mengurus cuti dan sisa-sisa kerjaannya. Ga tau kenapa, tapi aku merasa dia super khawatir dengan kondisiku yang padahal sudah semakin membaik :D . Thanks God she was here, keurus banget :lol: . Beberapa hari waktu udah pulang dari RS aku ga ngapa-ngapain, tinggal makan, internetan dan nonton tv doang ihihi.

When I was sick, I kept thinking that I feel terribly awesome because I can handle most of the things by myself *narsis mode: on* :lol: . I feel I’ve changed, because I used to be spoiled as youngest child and also I’d like to blame my ex-boyfriends who acted as good guys and tried to make me happy as much as possible *kidding*. I think being independent as much as you can will make you feel stronger, that’s why I don’t want to put any kind of expectation on other people’s shoulders because it will be a new burden for them.

For all, jaga kesehatan apalagi sedang bulan Ramadhan. Makan makanan yang higienis sebisa mungkin, tercukupi kebutuhan gizinya walaupun aku tau berat rasanya musti menyiapkan makanan sahur dikala mata ingin terpejam dan badan merindukan kasur :D . Jangan sampai sakit.

And I want to say

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga puasa kali ini membawa banyak berkah dan ibadah kita bisa meningkat. Mari berpuasa dengan riang gembira biar ga terasa laparnya ^____^.

Sepertinya enak untuk berbuka *drool*

Picture taken from here.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 237 other followers